Peningkatan Mutu Guru Inspiratif, Inovatif dan Kreatif Melalui Blog Dalam Mengembangkan Ekosistem Berbasis TIK

Ekosistem Teknologi

Ketika android bukan menjadi hal yang baru di zaman yang serba canggih, apalagi gengsi bagi siapa saja yang memiliki namun terasa wajib dimiliki dalam genggaman oleh segenap Bapak/Ibu Guru Pengajar, tatkala dengan kemajuan zaman manakala “yang cepat mengalahkan yang lambat”.

Menggelitik memang dalam benak hati kita masing-masing yang lahir di era 80, 90 an atau bahkan balita yang berusia 2 (dua) atau 3 (tiga) tahun sudah pandai memainkan android dengan lihainya, mungkin saja kita semua sepakat jika mereka kita sebut sebagai generasi di era milenial. Apalagi kita melihat pemandangan yang unik ketika bapak/ibu guru yang dulu menjadi guru kita sekarang duduk bersama dalam ruangan dan dengan status yang sama. Tanpa canggung mereka bertanya tentang bagaimana, geser kanan, geser kiri, cara simpan, atau bahkan mengirim lampiran. Kata-kata baru terucap di bibir mereka dengan kata share, save, email, googling, posting, password, selfie, youtube, instal, atau bahkan kata-kata yang lain. Ya! Merekalah generasi Baby Boomers dan mereka adalah bentuk perubahan nyata yang selalu belajar dan terus belajar seiring kemajuan zaman. Inilah trend akan bentuk perubahan yang tak mau terkikis oleh perubahan.

Lantas bagaimana dengan kita yang saat ini berusia sekitar 30 (tiga puluh) tahunan?

Informasi dan Teknologi

Cepatnya sumber informasi dan teknologi yang tak terhindarkan, serasa menjadi kebutuhan pokok bagi semua warga sekolah utamanya kita sebagai insan pendidik untuk mampu dan memiliki tingkat daya saing dalam era globalisasi, apalagi daya ingat kita yang semakin hari terasa melemah. Wujud nyata tersebut dapat kita ubah dengan terus belajar dan belajar, maka untuk dapat menjembatani akan daya ingat kita yang selalu melemah tersebut, para bapak atau ibu guru di tingkat sekolah masing-masing jenjang dapat menjadikan sumber informasi bagi siswa melalui blog pribadi yang dapat digunakan sebagai arsip berjalan, opini ini dapat mengkikis dan terus dapat menunjang sebuah media yang bisa mempermudah dalam mengakses sebuah informasi yang dibutuhkan dan dengan sendirinya siswa akan dengan mudah mengakses setiap blog bapak atau ibu pendidik layaknya sumber informasi berjalan bagi kita atau mereka yang tak mengenal waktu.

Guru Blogger

Melalui “peningkatan mutu guru inspiratif, inovatif dan kreatif melalui blog dalam mengembangkan ekosistem berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi” merupakan salah satu dari sekian banyak program pelatihan yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di masing-masing kabupaten atau kota, mengingat adanya Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) sudah digelontorkan oleh pemerintah yang sudah berjalan sekian tahun guna menunjang mutu pendidik, maka inilah memomentum yang tepat nantinya di awal tahun 2019 untuk menjadikan pendidik selalu berkarya dalam menjadikan guru untuk selalu berinspiratif, berinofatif, dan berkreatif melalui blog sehingga selalu melek IT (information technology), seperti yang telah dilaksanakan oleh Komunitas Sejuta Guru NgeBlog (KSGN) pada kegiatan “Pelatihan Guru NgeBlog Angkatan 8 Kota Cipanas Cianjur” yang bertempat di SMPN 1 Cianjur.

Akankah ini nanti menjadi program PGRI kedepan di tahun 2019 dalam meningkatkan mutu guru dalam mengembangkan ekosistem berbasis teknologi, informasi dan komunikasi?

Pesan Ketua Umum PGRI

Mengutip pesan yang disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI (Unifah Rosyidi) dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke 73 PGRI, bahwa “Ekosistem pendidikan telah berubah, yakinlah, peran guru tidak tergantikan oleh teknologi, karena itu guru harus siap berubah dan menjadi agen perubahan bangsa” (Sumber: Pesan Ketua Umum PGRI).

Dapat kita pahami bersama dari pesan yang telah disampaikan oleh Unifah Rosyidi, ketika sebuah ekosistem yang semakin maju karena teknologi dan kita sebagai pendidik adalah agen penghantar teknologi yang tidak tergantikan, maka kita harus siap dan bisa menjadi sosok guru yang berani untuk berubah menjadi guru yang inspiratif, inovatif, dan kreatif, salah satunya dengan cara membuat serta menjadikan blog sebagai arsip berjalan bagi diri pribadi yang dapat digunakan sebagai sumber informasi belajar anak didik.

Dengan adanya sebuah blog yang dimiliki oleh masing-masing guru, maka peningkatan mutu guru dapat:
  1. Membangun pola pikir untuk selalu belajar dalam mengembangkan kompetensi.
  2. Mengintegrasikan blog pribadi sebagai sarana informasi.
  3. Mampu berdaya saing dalam era globalisasi.
  4. Sebagai sumber sarana informasi peserta didik dalam belajar.
  5. Mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah.
Olimpiade TIK Nasional (OTN) 2018
Peningkatan mutu guru tersebut akan nampak terlihat dengan adanya serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Komunitas Guru TIK seluruh Indonesia bersama Ikatan Guru TIK PGRI pada kegiatan lomba Olimpiade TIK Nasional (OTN) 2018 tanggal 17-19 November 2018 di Hotel Mahajaya  Convention Denpasar Bali. Olimpiade tersebut dalam rangka menyambut hadirnya Mata Pelajaran Informatika, dengan tema: “Welcome to Informatika”. (simak informasi selengkapnya tentang Olimpiade TIK Nasional (OTN) 2018 oleh Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd).

Motivasi


Dalam kegiatan seminar yang saya ikuti di Digital Transformation in Indonesia's Education Seminar yang telah diselenggarakan oleh Microsoft di hotel Ballroom, Hotel Bumi Jl. Basuki Rachmad No. 106-128 Surabaya tanggal 27 Nopember 2018. Satu narasumber yang membuat saya kagum, beliau adalah Prof. Dr. Ir. Richardius Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A salah satu pengurus PGRI Jawa Timur. Dalam sesi pemaparan yang diberikan oleh Kamidia Radisti selaku pembawa acara, dengan singkat dan gamblang beliau menjelaskan paparan di hadapan peserta yang mayoritas adalah guru dari tiap-tiap Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Timur tentang Cyber Pedagogy in Action Making ICT Work For Education yakni merubah paradigma tentang TIK dapat bekerja untuk pendidikan. Pandangan tersebut dapat merubah pemikiran yang mendasar dari sebuah permasalahan, dimana TIK dapat merubah segalanya, tinggal bagaimana seorang guru dapat mengolah TIK tersebut menjadi wahana baru bagi peserta didik. Transformasi Digital To Facilited Learning.

Harapan

Dalam rangka peningkatan mutu guru di tahun 2019, semoga Pengurus Besar PGRI dapat menjembatani anggotanya di tiap-tiap Kabupaten atau Kota untuk dapat mengembangkan ekosistem berbasis TIK dalam rangka Peningkatan Mutu Guru Inspiratif, Inovatif dan Kreatif Melalui Blog sehingga guru akan merasa termotivasi untuk selalu belajar, berkarya, dan siap dalam menghadapi era transformasi yang semakin maju dan canggih. (Diyan Shodik - 06/12/2018)

Post a Comment

30 Comments

  1. Semangat, semoga tahun depan untuk SMP juga ada

    ReplyDelete
  2. nice artikel, semoga semakin semangat untuk berkarya dan berbagi ilmu pak guru :)

    ReplyDelete
  3. Mantap gan terima kasih ilmunya

    ReplyDelete
  4. Terima Kasih Artikelnya sangat membantu bagi kami para guru yang masih belajar dalam bidang IT...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hee eh Om, sama-sama tetep saling belajar dan berbagi

      Delete
  5. Replies
    1. Klo di sekolah yang lama sangat mendukung (http://sdnegeripangkatrejo.blogspot.com/) karena ditunjang dengan fasilitas lab komputer. Berhubung saya sudah mutasi per 6 September 2018, jadinya yaa mulai dari awal lagi. Meski kondisi sekolah beda jauh dengan yang lama Om

      Delete
  6. Mantabs Mas, bisa buat referensi.

    ReplyDelete
  7. https://wijayalabs.wordpress.com/2018/12/23/finalis-lomba-blog-guru-blogger-pgri/

    ReplyDelete
  8. segera pesan tiket kereta atau bus utk hadir di acara konferensi nasional guru blogger PGRI

    ReplyDelete
  9. https://wijayalabs.wordpress.com/2018/12/23/finalis-lomba-blog-guru-blogger-pgri/

    ReplyDelete
  10. semoga bias hadir di acara konferensi nasional guru blogger pgri

    ReplyDelete